Persentase Superfat untuk Sabun Batang Natural
Salah satu pertanyaan yang saya miliki tentang sabun natural adalah tentang kandungan lemak super. Berapa persentase lemak super terbaik untuk sabun batangan tubuh atau sabun batangan wajah dan mengapa?
Saya yakin ada banyak pendapat kuat tentang persentase terbaik untuk superfat sabun. Pasti akan ada perbedaan tergantung pada jenis, kebutuhan kulit, atau hanya berdasarkan apa yang pernah Anda gunakan sebelumnya dan apa yang Anda suka.
Saya telah melakukan penelitian literasi tentang berapa persentase untuk berbagai jenis sabun batangan, tetapi saya juga mengamati dari beberapa sabun yang telah saya buat.
Apa itu Superfat?
Bila sabun dibuat dari awal, Anda menggunakan minyak, alkali, dan air. Ketiganya bersatu untuk membuat reaksi kimia yang menghasilkan sabun. Jika Anda tidak menggunakan alkali, Anda akan mendapatkan minyak dan air. Orang yang ingin membuat sabun tanpa alkali perlu memahami betapa pentingnya hal itu.
Resep sabun dibuat dengan minyak yang “dilebihkan”. Minyak berlebih ini berarti bahwa ketika reaksi kimia selesai, semua alkali akan terpecah dan bergabung dengan minyak untuk membuat molekul baru: sabun! Tidak ada alkali yang tersisa.
Kami 100% yakin tidak ada sisa alkali pada sabun, akibat superfatting.
Diperlukan sejumlah alkali tertentu untuk mengubah setiap jenis minyak menjadi sabun. Hal ini dihitung dengan cermat (menggunakan kalkulator sabun). Sejumlah kecil minyak yang tersisa membuat sabun atau batang sampo menjadi lembap, serta memastikan tidak ada alkali yang tersisa dalam produk, disebut persentase superfatting atau alkali diskon.
Jika sabun batangan mengandung 5% lemak super, maka 5% minyak dalam resep tersebut tersisa setelah proses saponifikasi selesai. Jika sabun batangan mengandung 10% lemak super, maka 10% minyak masih tersisa, dst.
Persentase Superfat untuk Sabun Batangan
Setiap orang punya persentase favorit untuk body bar.
Beberapa resep yang saya gunakan menggunakan superfat 5%. Jika saya bandingkan dengan sabun swalayan buatan pabrik memang lebih lembap. Kulit saya nyaman walaupun tanpa pemakaian hand body lotion. Beberapa orang tidak suka mengoleskan hand body lotion entah karena rasa lengket atau tidak mau repot dengan rutinitas satu itu salah satunya saya ha ha ha..
Tetapi saya penasaran dengan superfat yang lebih tinggi. Mungkin saya akan menjadikannya 8 % untuk proyek selanjutnya. Karena tipe kulit saya cenderung kering dan di beberapa bagian seperti tumit dan siku memiliki level kering yang menyebalkan.
Pada beberapa literasi yang saya baca, biasanya tidak menggunakan kurang dari 5% dan tidak menggunakan lebih dari 10% untuk sabun batangan. Sekali lagi, ini akan bervariasi berdasarkan kombinasi minyak pada suatu resep. Jika resepnya sangat membersihkan dengan sangat sedikit kelembapan (misalnya sabun batang minyak kelapa), maka saya akan menggunakan lebih banyak superfat.
Persentase Lemak Super untuk Batangan Wajah
Sabun pembersih wajah yang membersihkan, tetapi tidak membuat kulit sensitif di wajah terlalu kering biasanya dibuat dengan kadar lemak super 10-15%.
Sekali lagi, hal ini ditentukan oleh apa yang ada dalam resepnya? Apakah minyak yang digunakan adalah minyak yang melembabkan, atau minyak yang sangat membersihkan, atau minyak yang seimbang? Semua ini akan memengaruhi jumlah lemak super.
Bahan-bahan yang menghidrasi juga dapat di gunakan diantaranya lilin lebah, madu, jojoba, susu. Sesekali saya membuat sabun batang akan tetapi saya mengganti air menjadi susu. Atau lain waktu saya menambahkan madu pada sabun yang saya buat.
Persentase Lemak Super untuk Sabun Batang Cucian Piring atau Baju
Sabun batang pencuci piring harus dibuat dengan resep tertentu. Resep yang sederhana adalah yang terbaik. Hal terpenting yang perlu diingat adalah bahwa lemak super sebesar 1-2% diperlukan supaya tidak tersisa lagi alkali pada sabun.
Saya baru saja menggunakan sabun yang saya buat dari minyak bekas menggoreng. Karena minyak bekasnya adalah minyak sawit maka saya tambahkan minyak kelapa untuk menambah kekuatan pembersihnya. Untuk mengantisipasi aroma yang tidak enak saya menambahkan bubuk kopi.
Awalnya saya mengira tangan saya akan terasa kering seperti saat saya menggunakan cairan sabun pencuci piring yang biasa saya beli di swalayan. Ternyata tidak. Tidak ada rasa kering yang menyiksa kulit tangan saya. Bahkan aromanya sabun yang pada awal pembuatannya tercium menjijikkan juga tidak terlalu parah di hidung saya. Sekedar informasi minyaknya juga bekas menggoreng ikan pindang. Pasti tau kan baunya kaya apa ha ha ha…
Tentunya saya tetap menyarankan untuk menyaring terlebih dulu dan bahkan merendam batu bara alias arang pada minyak jelantah. Infonya bisa menghilangkan aroma pada minyak jelantah. Kemudian bisa ditambahkan parfum sesuai selera.
Apakah ada yang terlewatkan dari tulisan saya? Jika Anda memiliki pertanyaan atau ingin berbagi pengalaman berbeda, silahkan tinggalkan balasan. Saya ingin mendengar komentar Anda dan membantu jika saya bisa.


Komentar
Posting Komentar